Monday, August 11, 2014

JALAN JALAN ke MUSEUM WAYANG

       Namanya Keisha Alvaro, akrab dipanggil kaka. Anak laki-laki superaktif ini berumur tiga tahun. Beberapa minggu lalu aku mengajaknya mengunjungi Kota Tua Jakarta bersama oma nya yang juga ibu kandung ku. Keisha adalah anak pertama abangku, Billy. Setiap sore Keisha selalu mengahabiskan waktunya dengan berjalan-jalan naik kereta. Bukan kereta sungguhan, tetapi kereta odong-odong yang di design meyerupai tokoh kartun bernama Thomas. Karena hobi nya itu, aku berinisiatif mengajaknya ke Kota Tua naik kereta Comuter Line bersama mama juga.

        Hari itu pukul 10.15 WIB kereta mulai bergerak meninggalkan stasiun Bekasi. Keisha yang polos masih sibuk menyesuaikan diri dengan keadaan di dalam kereta. Sering sekali dia berteriak ketika ada kereta lain yang melintas di rel sebelah dan celingak celinguk memperhatikan pemandangan yang baru pertama kali dilihatnya.

"ooomaaaa ... ada keleta ewaaaaaat"
"iya banyak kereta ya ... kaka seneng ga naik kereta?"
"ceneeeeeng ... tapi, tapi, abang-abang yang nyetil keletanya mana ma?"
       
Pertanyaan polos Keisha sukses bikin aku, mama, dan semua orang yg mendengarnya tertawa.
'abang-abang?' hahahaha.... masinis kali  kakaaaaa..

      Sampai di Kota Tua kita memutuskan untuk masuk Museum Wayang. Baru saja sampai di loket retribusi, tiba-tiba kaka langsung lari keluar dan berteriak, "Kaka taaaakuuuuttttt......"
ternyata dia takut karena melihat wayang setinggi 4 meter berdiri di belakang loket. Dengan iming-iming es krim, si kaka yang keras kepala akhirnya berhasil dibujuk dan mau masuk dengan syarat di gendong. hhuuuufftttt~ 





       Sepertinya kaka sudah bisa menyesuaikan diri. Sudah berhenti berteriak 'takut', sudah mulai mau jalan, berlari-lari dan juga berputar-berputar selama di dalam museum. Mama mulai kewalahan menjaga kaka yang aktif. Sering sekali dia memegang beberapa benda dan memindahkannya ke tempat lain. Kakaaaaaa gak bisa diiieeeeemmmmmmm !!!


diem dong kaaaaa.... 

foto sama oma :D


VICTORY ^^\/






       Setelah dua jam melihat-lihat, nggak terasa jam makan siang suda tiba. Cepat-cepat kami keluar dari museum untuk mencari makan. Gak banyak pilihan makanan di area museum. Soto mie kita pilih sebagai menu makan siang kita saat itu. Sedangkan kaka sangat lahap memakan nasi dan ayam goreng yang sudah di bawa mama dari rumah.

       Oyaaa... di area Kota Tua ini jangan lupa untuk ngopi-ngopi cantik di cafe Batavia. Cafe-nya antik. Designnya seperti Jakarta tempo dulu... Tapi karena harganya yang gak bersahabat dengan kantong, aku cuma numpang foto aja disini hehe :P










       Sudah puas berfoto-foto dan berkeliling, kita semua memutuskan untuk pulang. Kaka yang lelahan sudah merengek-rengek minta digendong terus. Pukul 15.10 kereta meninggalkan Kota Tua. Dan cerita kaka disini sudah selesai... bye bye  museum wayang...



     


Saturday, April 5, 2014

Berbagi untuk Muara Gembong

       Masih banyak yang nggak tau tentang keberadaan Muara Gembong di Bekasi. Hal ini di buktikan dari tanggapan beberapa teman-teman pada saat saya mengajak mereka untuk ikut serta dalam kegiatan yang ingin saya buat disana. Mereka nggak nyangka, ternyata Bekasi mempunyai sebuah desa yang terisolir namun memiliki banyak potensi wisata didalamnya.
       Muara Gembong merupakan sebuah kecamatan yang berada di bagian ujung utara Bekasi. Keadaan lingkungannya sangat memprihatinkan. Akan tetapi ada beberapa tempat seperti habitat lutung jawa dan Pantai Beting yang keren banget dan sebenarnya menarik untuk dijadikan tempat wisata. Namun, untuk menuju kesana tidaklah mudah, kita bisa menghabiskan waktu kurang lebih 2-3jam dari Alun-alun kota Bekasi ke kecamatan Muara Gembong. Sejauh itukah?? enggak juga.. Kalau ditanya berapa kilometer jarak dari Bekasi kota menuju Muara Gembong saya rasa nggak sama jauh dengan jarak Bekasi - Bogor. Tetapi yang membuat perjalanan ini memakan waktu lama, sebenarnya, bukan karena jarak tempuhnya yang jauh, melainkan kondisi jalan yang gak layak lah yang menjadi alasan daerah ini sulit untuk diakses.
      Di daerah ini, saya bersama teman-teman mendapatkan kesempatan untuk membuka sabuah taman belajar yang diberi nama TALAGO (Taman Belajar Muara Gembong). TALAGO pertama kali di kenalkan kepada teman-teman Bekasi Summiter pada akhir tahun 2013. Apa sih Bekasi Summiter?. Sedikit cerita tentang Bekasi Summiter, Bekasi Summiter adalah salah satu wadah silahlatuhrahmi para pendaki gunung atau pecinta alam di Bekasi. Dalam kegiatan ini, Bekasi Summiter berperan sebagai penangggung jawab dan ikut serta mengurus dan mendukung semua kegiatan TALAGO. Dengan kata lain, TALAGO adalah sebuah progam rutin Bekasi Summiter yang akan dilakukan selama tahun 2014 setiap hari sabtu, di minggu ke empat setiap bulan.
      Dengan waktu yang singkat, saya dan teman-teman semua mencoba menyusun dan mempersiapkan semuanya sebaik mungkin. Karena peserta belajar TALAGO merupakan anak SD, kami mencoba mengemas kegiatan ini dengan tema Learning by Playing atau Belajar sambil bermain. Dan... pada tanggal 22 Febuari 2014 kemarin, kita semua sukses memperkenalkan TALAGO kepada teman-teman di SDN Pantai Bahagia 04 Muara Gembong.
       Untuk kegiatan selanjutnya, saya mau mengajak semua teman-teman yang telah membaca tulisan ini untuk bergabung di TALAGO. Dengan cara apa?? banyak!!. Diantaranya :
1. Menjadi Pengajar Muda
    Untuk menjadi pengajar di TALAGO syaratnya mudah. Kalian hanya harus mempunyai skill dibidang bahasa Inggris paling tidak level basic. Kenapa?? Karena pada saat ini TALAGO fokus pada satu pelajaran yaitu bahasa Inggris. Lalu bagaimana kalo kita nggak punya skill di bidang belajar mengajar?? Gak masalaah... TALAGO punya trainer yang berpengalaman untuk ngajarin kamu bagaimana sih, cara  mengajar bahasa Inggris yang fun kepada anak-anak..
2. Menjadi Donatur 
    Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkala setiap bulannya. Demi kesuksesan kegiatan ini, kami mengajak teman-teman semua untuk membantu dan mendukung kegiatan kami ini dengan cara mendonasikan sejumlah uang atau ATK seperti crayon/pensil warna, buku gambar, ensiklopedia, atau buku pengetahuan lainnya (tidak komik shincan atau serial cantik) kepada TALAGO.
3. Menjadi Deliver Teacher
    Deliver Teacher (Pengantar Pengajar) adalah istilah yang kami buat untuk teman-teman yang mau bantu dalam bidang transportasi. Disini teman-teman ga dituntut apa-apa, hanya saja kalian harus mempunyai kendaraan, baik itu motor/mobil untuk mengantar para pengajar muda TALAGO ke tempat mengajar (SDN PANTAI BAHAGIA 04).
        Silahkan kalian pilih bantuan apa yang kalian ingin berikan kepada TALAGO yang sesuai dengan kemampuan yang kalian miliki. Dan kami akan menunggu kabar baik dari kalian di nomer ini 082110365602 (Nindy) / 082111345755 (Farah).
        Sampai ketemu di TALAGO yaaa ...



        Terima Kasih :)


         Nindy Elviana





Pengajar Muda TALAGO 

Kegiatan TALAGO di dalam Kelas V & VI

Kegiatan di kelas V & IV

Kegiatan di kelas III & IV

Kegaitan di kelas III & IV

Kegaitan di kelas V & VI 

Kegiatan di kelas I & II
SDN PANTAI BAHAGIA 04 Muara Gembong 

Kondisi kelas di sebagian gedung sekolah

Pohon Mangrove di sepanjang jalan menuju Muara Gembong

Ka Ochil & Ka Farah is getting high :D

Gedung ke dua











 

NB :

Further info :
Join Group FACEBOOK : TALAGO #BekasiSummiter
Follow twitter : @TALAGO_14
Visit : Blog Bekasi Summiter
      

Sunday, September 22, 2013

LAUTAN BELERANG TELAGA BODAS

          Menyebut Dodol banyak orang langsung mengingat akan sebuah kota yang bernama Garut. Dikota kecil ini ternyata banyak menyimpan tempat-tempat yang keren banget untuk dikunjungi. Selain Kampung Sampireun atau Kawah Kamojang yang lebih dulu terkenal, Garut juga memiliki sebuah lautan belerang berwarna biru nan indah yang terkenal dengan nama TELAGA BODAS.

          Perjalan saya kali ini di temani oleh mama. Tetapi karena track menuju telaga lumayan melelahkan, mama terpaksa memunggu saya diparkiran sambil menikmati teh hangat sambil berbincang dengan ibu sang penjual teh. Akhirnya... bersama a' oleh saya diantar menuju Telaga dengan tracking selama 15 menit. 

Pintu Utama Telaga Bodas

pintu utama Telaga Bodas
        Karena datang terlalu pagi, dan tidak ada penjaga loket, alhamdulillah saya terbebas dari biaya restribusi. Horeee.... Menurut penjual setempat, biasanya pengunjung hanya dikenai Rp 5000 untuk dua orang beserta parkir motornya. Murah bangeeettt.... Sebenarnya sebelum adanya peraturan baru, kendaraan yang datang kesini diizinkan masuk hingga ke bibir telaga. Tetapi karena untuk menjaga kelestarian alam sekitar telaga, semua kendaraan hanya boleh masuk sampai didepan pagar ini.

Track Telaga Bodas 



        Track menuju Telaga Bodas tidak seterjal yang saya kira. Dan setelah sampai, ternyata telaga ini lebih indah dari yang saya bayangkan. Air nya biru muda, dan dikelilingi bukit bukit hijau yang benar-benar membuat saya berdecak kagum oleh salah satu ciptaan Tuhan yang satu ini.





       
           Apabila mau menikmati keindahan Telaga Bodas lebih lama, kalian juga boleh kok untuk bermalam dan berkemah disini. Tapi jangan lupa ya... bawa perbekalan air yang banyak. Karena air yang ada di Telaga ini mengandung blerang, yang artinya gak bisa kita konsumsi.

          Selain itu, kamu kamu juga bisa berendam di air blerang yang hangat ini. Eitssss.. bukan di Telaga ini yaa... Tapi disebrangnya !! Disana sudah disiapkan beberapa kolam yang memang khusus dibuat untuk kalian yang mau main air yang katanya bisa menghilangkan segala macam penyakit kulit.


Semak belukar menuju kolam air hangat 




         
         Saran dari saya, kalau mau kesini lebih baik sebelum jam 11.00, selain bakalan rame banget sama pengunjung, jam segitu matahari serasa pas diatas kepala. Dan jangan kira matahari terik ini bakal bikin kita gerah. Lokasi Telaga Bodas ini bisa di bilang diatas gunung yaaa... jadi jangan mikir cuaca disini ga dingin. Kalau udah merasa dingin, buru-buru ya berendam... :p

          Pulang dari sini, saya melihat Gunung Sadahurip atau gunung piramid yang belum lama ini lagi sering didibicarakan di Televisi. Gak pake basa basi saya langsung nyuruh a' oleh ( kenalan saya orang Garut asli ) untuk berhenti sebentar.

Gunung Piramida ( Gunung Sadahurip )



         Lokasi Telaga Bodas ini tepatnya di daerah Wanaraja. Kalau buat akses menuju kesini dengan angkutan umum, saya kurang tau. Karena dari awal saya turun bus di daerah Bandrek ( jalan menuju Tasikmalaya setelah nagrek ) saya dijemput oleh beberapa kenalan saya disana dan diantar menggunakan motor pribadi milik mereka.





        Oke segitu aja cerita perjalanan saya kali ini... sampai ketemu dicerita perjalanan selanjutnya :D
       
        @nindygajah



Friday, July 12, 2013

Keheningan Pura Parayangan Agung Jagatkartta & Pesona Air Terjun Curug Nangka

Bogor, sebuah kota kecil yang berada tidak jauh dari Jakarta. Hanya menghabiskan -/+ 2jam untuk menuju kota yang sekarang memiliki julukan baru sebagai kota seribu angkot. Kali ini saya bersama sepupu saya berencana menghabiskan waktu seharian di kota yang memiliki curah hujan cukup tinggi ini. Tujuan pertama adalah Pura Parayangan Agung Jagatkartta dan dilanjut ke Curug Nangka yang lokasinya saling berdekatan.


Waiting for Sunrise at Istana Bogor 


Pura Parahyangan Agung Jagatkartta adalah pura terbesar di Pulau Jawa yang leteaknya berada di lereng Gunung Salak tepatnya di daerah Ciapus. Aksesnya sangat mudah, ada banyak angkutan umum yang bisa kita pakai untuk menuuju pura ini. Jalanan menuju pura juga sangat bagus, ditambah suasana pegunungan dan udara yang sangat sejuk yang setia menemani perjalanan kita.








Pintu Utama Pura 






Sampai dipura kita harus melakukan izin terlebih dahulu untuk bisa masuk ke dalam dan tidak ada pungutan biaya sama sekali. Hal penting yang harus dilakukan adalah kita harus menjaga kesucian tempat beribadah para umat Hindu ini dengan melepas alas kaki kita sebelum masuk lebih dalam.











Berfoto bersama Sulinggih, semacam pendeta atau uztad untuk para umat Hindu. 








Pengunjung hanya di bolehkan mendatangi pura hanya pada bagian luar. Dan ketiga gerbang yang berbentuk candi tersebut yang memisakan pura bagian luar dengan yang dalam. Pintu yang berada di tengah itu bernama Kori Agung. Yang hanya di buka pada saat upacara adat seperti Galungan (12 Mei), Piodalan ( yang beratikan ulang tahun dalam bahasa Bali yang biasa diselenggarakan setiap 12 Agustus ), atau pada saat Sulinggih datang dari pura lain yang ingin mengambil air suci dalam upacara Piodolan.




Patung Ganesha terletak di tengah pura 






Destinasi kedua kami adalah Curug Nangka. Curug Nangka hanya berjarak kurang lebih 500m dari pura. Curug Nangka berlokasi sama dengan Pura Parahyang Agung Jagatkartta. Aliran Curug bersumber langsung dari gunung Salak. Didalam area Curug Nangka ini masih terdapat dua curug lainnya. Yaitu Curug Daun dan Curug Kawung. Selain objek wisata berupa air terjun, dikawasan ini banyak sekali di jumpai kera - kera liar yang kerap kali berani menghampiri untuk mengambil barang - barang pengunjung. Untuk masuk kelokasi Curug Nangka pengunjung dikenai dua kali dana restribusi. Curug Nangka memiliki tinggi kurang lebih 10m - 20m. Dari lokasi parkir hanya berjarak kurang lebih 500m - 600m atau 10 - 20 menit tracking.


Track setelah loket retribbusi 




Camping Ground,  untuk kalian yang benar benar ingin menikmati suasana malam di alam bebas



Curug Nangka 

Curug Nangka

Curug Nangka

 Curug Daun letaknya agak ke atas dan harus menyusuri jalan berbatu yang kondisinya naik turun. Jarak dari Curug Nangka hanya berkisar 300m - 400m. Curug ini memiliki tinggi yang lebih rendah dibandingkan Curug Nangka. Hanya berkisar kurang lebih 6m namun memiliki aliran air yang lebih deras.

Curug Daun 

Curug Daun 




Sedangkan Curug Kawung terletak dibagian hulu Curug Nangka. Akses menuju Curug Nangka cukup terjal dengan kondisi jalan yang naik turun dengan jarak 1 km dari Curuk Daun. Tinggi Curug Kawung sekitar 25m - 30m. Tetapi Curug Kawung memiliki aliran air paling sedikit dibandingan kedua curug sebelumnya.

Curug Kawung 

Curug Kawung 
Ketiga curug ini berada di kaki Gunung Salak pada ketinggian sekitar 750 m dpl dengan curah hujan 4000mm/tahun dengan suhu udara 20-22 C. 


RUTE ANGKOT & ESTIMASI BIAYA :

Dari : Terminal Baranangsiang Bogor 
Angkot 13 jurusan Bantar Kemang - Ramayana 
Angkot 06 jurusan Ciheuleut - Ramayana 
TURUN DI BTM ( Bogor Trade Mall) 
Rp 8000 (PP)

Angkot 03 Ramayana - Ciapus ( Yang ada tanda SBR atau tanya lewat pura atau tidak )
 Rp 10000 (PP)


Dari : Stasiun Bogor
Angkot 02 jurusan terminal bubulak - Sukasari 
(TURUN DI BTM ) 
Rp 8000 (PP)

Angkot 03 jurusan Ramayana - Ciapus ( Yang ada tanda SBR atau tanya lewat pura atau tidak )
 Rp 10000 (PP)

Tiket masuk Curug Nangka = Rp 2500 / orang 
Tiket Pemda = Rp 5000 / orang 
Parkir Motor =  Rp 3000
Parkir Mobil = Rp 5000


NB :
Disarankan untuk yang ingin mengunjungi pura tidak datang dibawah jam 11.00 siang. Karena dibawah jam tersebut banyak orang yang datang untuk beribadah dan tidak di buka untuk umum.