Sunday, November 25, 2018

To my dearest child 1

Assalamualaikum,
Dear anak ku sayang,

Pada hari ini, Senin, 26 November 2018 kamu sedang berusia 7 minggu diperut ami. Setelah menikah 14 Oktober 2018 kemarin, ami dan abi bener-bener kaget kalo Allah secepet ini ngasih kepercayaan ke kita untuk ngejaga dan merawat kamu.

Ami seneng banget, apalagi abi kamu. Setiap pagi sebelum berangkat kerja, abi gak berhenti usap-usap dan ciumin kamu diperut ami. Ga ketinggalan oma, dia kaget banget pas tau ami lagi hamil kamu. Terus nenek dan akek, onty dwi, dan angkel zaky. Semua memyambut kehadiran kamu dengan teramat sangat senang nak.

Tujuan ami nulis ini tuh supaya kamu tau, cerita sebelum kamu lahir. Soalnya kalo cuma diceritaain pake mulut nanti kayanya terlalu mainstream ya. Makanya, ami tulis supaya gak kamu aja yang bisa baca. Tapi anak cucu kamu bisa baca juga. Karena ami yakin, tulisan digital gak akan pernah punah. Pasti beda ceritanya kalo ami tulis dibuku. Bisa aja hilang, rusak atau hanyut kena banjir. Maklum nak, rumah oma yg sekarang ami sama abi kamu tinggalin ini suka banjir. Hihihi.

Sekarang yang ami lagi rasain tuh jenuh banget. Pergerakan ami mulai terbatas. Sebentar-sebentar capek, sebentar-sebentar ngantuk. Padahal ami pengen banget main ke curug, ke sawah, ke gunung. pokoknya ke tempat yang sejuk2 deh. Tapi karena sekarang ada kamu, ami harus hati-hati. Ya, mau gak mau ami harus bersabar untuk ninggalin hobi ami yg suka camping dan berpetualang sama abi kamu.

Tapi gapapa, nanti kalo kamu udah lahir dan umur 2 tahun, ami sama abi abi langsung ajak kamu camping. Yaaa, sebelumnya kita trial dulu lah main air di curug. Hehehe


Perumnas 3, Bekasi, 26 November 2018
Love,


Ami.

Monday, May 21, 2018

DUA HARI MENJELAJAH SEMARANG.
NOMER 3 PALING FAVORITE

Udah lama banget bermimpi untuk bisa mengunjungi kota Semarang. Biasanya gue hanya melihat Semarang dari foto atau mendengar ceritanya saja dari teman-teman.

Berangkat dari stasiun Pasar Senen menggunkana kereta menuju Semarang,  gue menghabiskan waktu kurang lebih enam jam untuk bisa sampai di stasiun Poncol.

Karena hanya memiliki waktu dua hari saja, semaksimal mungkin gue manfaatin waktu yang ada untuk mengunjungi tempat-tempat yang terkenal di Semarang.

1.. LAWANG SEWU 






Siapa yang gak kenal tempat ini. Bangunan tua bakas peninggalan jaman Belanda dulu sangatlah lusuh dan tidak terurus dan juga memiliki kesan yang menyeramkan. Sekarang sudah jauh berbeda, semua terlihat rapih dan dan jauh dari kesan menyeramkan. Bahkan terlihat sangat cantik ketika malam hari. Karena pengelola telah menata lampu supaya bangunan ini memiliki pencahayaan yang baik sehingga Lawang Sewu yang sekarang jadi terlihat lebih aestetik. Berani uji nyali disini?

HTM                     : Rp 10,000
Jam Operasional    : 07.00 - 21.00



2. KAMPUNG PELANGI 







Gak jauh dari Lawang sewu, terdapat sebuah kampung Pelangi atau yang bernama asli kampung Wonosari. Adalah sebuah kampung yang awalnya kotor kini telah berubah menjadi kampung yang bersih dan  cantik karena warna warni temboknya.

Awalnya, seorang kepala sekolah yang tinggal disana terinsipirasi akan keindahan di daerah Jodipan Malang dan Sungai code Jogjakarta untuk merubah desa Wonosari menjadi lebih baik..

Kini sekitar 232 rumah telah di cat dengan berbagai macam warna. Dan tidak sedikit wisatawan yang datang kesana untuk berfoto dengan mural-mural yang lucu.  

HTM                            : Gratis
JAM OPERASIONAL : -

 3. WISATA KULINER 

a.       Nasi Gandul Pak Memet



Nasi gandul ini sebenarnya adalah nasi yang diberi kuah santan dengan berbagai macam toping. Ada daging sapi, kikil, babat, paruh, telur rebus dan lain lain. Semacam Gultik ( Gulai Tikungan) di Blok M Jakarta. tapi soal rasa. Aduuuuuhh, gue sih gak rela jauh-jauh kesini Cuma makan satu porsi. haha

HARGA               : Rp 15,000 (dengan satu topping)
Jam Buka              : 16.30 - habis

b.      Lumpia basah & kering Gang Lombok


ada dua juenis lumpia, lumpia kering dan lumpia basah. selain itu ada makanan berat lainya yang di jual  disini.

Salah satu makanan khas semarang adalah lumpia. Penjual lumpia banyak sekali berjajar di pinggiran jalan di Kota Semarang. Tapi yang sangat di rekomendasikan adalah lumpia Gang Lombok. Untuk rasa gue gak terlalu bisa mendeskripsikan. Karean gue pribadi gak begitu suka Lumpia. Hehe :p

Harga                    : Rp 15,000/pcs
Jam buka               : 08.00 WIB - 05.00 WIB

c.       Pasar Semawis ( Pecinaan Semarang) 



Nah, kalo kamu penggemar makanan pinggir jalan atau bahasa kerennya Food Street, kamu wajib banget mengunjungi pasar ini. Sepanjang kurang lebih dua kilo meter kamu bisa banyak menemukan makanan-makanan enak. Mulaii dari makanan berat sampai makanan ringan. Soal harga jangan khawatir. Masih aman untuk para wisatawan pas-pasan kaya gue hehe.

Buat yang muslim harus hati-hati. Gak sedikit gue temukan pedagang yang menjual masakan olahan babi. Lebih baik bertanya dulu ya.

Jam Operasional : setiap malam mulai jam 18.00

4. KOTA LAMA SEMARANG 










Kota lama sama seperti kota tua di Jakarta. Jejeran bangunan tua yang keren banget buat foto-foto. Eits, tapi jangan lewatin 3D trick art nya Semarang. Disana kamu bisa foto-foto dengan hasil yang gak kalah keren loh.

Selain itu jangan lupa nyobain Cappucino di coffee shop didalam gedung UKM Kota Lama Semarang. Kopi nya enak,  coffee shop nya juga lucuk. Lumayan buat ngadem sehabis foto-foto.

5. KELENTENG SAM POO KONG








Semarang banyak sekali berdiri klenteng-kleneteng yang besar dan megah, salah satu yang gue kunjungi adalah klenteng Sam Poo Kong. Klentengnya terdiri dari empat bangunan besar.

Kalau kamu kesini, jangan lupa menyewa baju ala Tiongkok nya, supaya makin terasa berada di Cina. Hihi…

Ohya, hati-hati jika berada di area dalam klenteng ya. Ingat. Walaupun  kelenteng ini di buka untuk tujuan wisata, klenteng Sam Poo Kong tetap rumah ibadah ya. Jangan sampai menggangu atau merusak di area ibadah ini. Be smart traveller guys.

HTM                            : Rp 10,000 (area luar)
                                      Rp 14,000 (seluruh area kelenteng )
                                      Rp 2,000 (motor)
                                      Rp 5,000 (mobil)

JAM OPERASIONAL : 10.00 WIB - 18.00 WIB

 6.KAMPUNG BATIK





Nah, Gak jauh dari nasi gandul Pak Memet tadi, kamu bisa mampir dulu ke Kampung Batik untuk beli batik sebagai oleh-oleh. Banyak toko-toko batik di kampung ini yang menawarkan macam-macam batik berkualitas. Rating harga batik disini beragam, kalo kamu pinter-pinter deketin penjualnya, yakin deh bakalan dapet best price.

Kemaren aku mengunjungi toko Omah Batik. Disana aku dapet batik laki-laki lengan panjang seharga Rp 70,000 dari harga sebelumnya Rp 95,000. Aku juga beli kain tenun seharga Rp 100,000 dengan panjang 2,4m x 1,5m, terus kain batik tenun berukuran kecil seperti scarf seharga Rp 50,000 dan blazer batik seharga Rp 100,000.  Haduh jadi borong ya….

7. OLEH OLEH BANDENG PRESTO DAN BAKSO TAHU

 Selain terkenal dengan lumpia nya, Semarang juga terkenal dengan bandeng presto dan Tahu Bakso nya.

 Untuk membeli bandeng presto dan tahu bakso yang enak, saya menyarakan untuk mengunjungi toko JUWANA. Harga dan macam rasa yang ditawarkan disini beragam. Terus, kamu juga bakal nemuin banyak makanan khas Semarang lainya. Pokoknya toko ini cukup lengkap deh untuk dijadikan destinasi beli oleh-oleh sebelum pulang.

JAM OPERATIONAL : 09.00 WIB










Cheers,




Nindy Elviana


  
           
Find me on:
Instagram    :@nindygajah
Twitter        :@nindygajah
Facebook     :Nindy Elviana

Tuesday, September 13, 2016

Beauty Class by Yves Rocher Indonesia

Sekitar akhir bulan lalu saya mendapatkan undangan untuk mengikuti sebuah kelas kecantikan yang diadakan oleh sebuah brand kecantikan ternama dari Perancis, Yves Rocher. Kegiatan yang diselenggarakan di mall Grand Metropolitan Bekasi ini sukses berjalan secara kondusif kurang lebih selama tiga jam. Dihadiri kurang lebih 27 orang peserta, acara ini sangat bermanfaat khususnya buat saya pribadi untuk menambah pengetahuan akan pentingnya merawat dan menjaga kulit agar tetap sehat. Supaya terlihat cantik tidak hanya dari luar tetapi juga dari dalam. 

Di pandu oleh Make Up Artis profesional, Yary Riffani, kita tidak hanya diajarkan bagaimana cara ber-make up, tetapi juga bagaimana cara merawat dan menjaga kulit yang benar dengan perawatan yang tepat. Mas Yari juga menjelaskan dengan detail cara memilih jenis-jenis produk perawatan kulit pada pagi hari, malam hari, dan mingguan. Serta bagaimana cara memilih jenis produk make-up yang tepat untuk jenis kulit tertentu, sampai bagaimana menyamarkan kekurangan yang ada di wajah kita agar terlihat sempurna. 

Hanya dengan mendaftar sebesar seratus ribu rupiah saja, banyak sekali keuntungan yang saya dapatkan dari mengikuti kegiatan ini. Selain pengetahuan akan kulit dan make-up bertambah, kita juga bisa langsung mempraktekan sendiri apa yang sudah di ajarkan mas Yari pada saat itu juga. Ternyata gak mudah buat saya yang tomboy ini untuk ber-make-up. Alis mencong,  shading dihidung ketebelan, warna foundation yang gak sesuai kulit, ternyata pada prakteknya tidak semudah mendengarkanya. Memang harus dibutuhkan keahlian khusus dan giat berlatih untuk menguasai skill ini. Pantas saja biaya make-up itu ga murah ya... hihi

Diakhir acara, kita diberitahukan bahwa ada pengecekan kulit gratis di booth Yves Rocher dan kita bisa minta 7-Days Trial ke mbak-mbaknya secara gratis. Asik kan?! Pastinyaaa.... Gak ketinggalan juga goodie bag yang di dalamnya berisi shower gel dan hand and body lotion dalam bentuk mini packaging, serta voucer Rp 100,000 dan sertifikat dari acara tersebut juga dikasih gratis untuk semua peserta pada hari itu. 

Huaaaa.... Makasih Yves Rocher, Makasih mas Yari. 

Salam Cantik, :)







Monday, June 22, 2015

BELAJAR MENGHARGAI ALAM DI SUKU TERDALAM - BADUY

       Sebenernya saya cuma niat menyelamatkan foto-foto perjalanan saya supaya gak kehapus gitu aja dari laptop saya yang sudah sepuh. heheehe... Maklum laptop ini sudah sering mati sendiri dan takut semua data yg disimpan hilang gitu aja. Beruntung situs ini memfasilitasi upload foto sekaligus bisa cerita-cerita sedikit tentang sejarah dibalik foto-foto yang saya ambil. Makasi blogger.com :) 
       Kepergian saya ke Suku Baduy Dalam sebenernya sudah cukup lama. Sekitar tiga tahun yang lalu. Waktu itu saya diajak oleh salah satu teman saya yang kuliah di UNPAD, namanya Aiya. Aiya juga kebetulan diajak temennya yang sengaja open trip ke tempat ini. Namanya kak Riri. Kak Riri adalah salah satu member dari JAPECOM (Jejak Petualang Community). Saya pikir di trip ini ada salah satu host Jejak Petualang yang bakal ikut. Ah ternyata engga... :p 
       Ini dia foto foto yang saya ambil. Gak banyak. Karna sebagian foto sudah hilang dimakan virus. hiks... hiks... sebagian foto-foto ini juga hasil jepretannya Aiya. Ohya di Baduy Dalam kita dilarang ambil gambar. Karena mereka sangat menentang yang namanya alat alat eletronik. Mereka sangat membumi. Tumbuhan, hewan dan manusia sangat berhubungan baik. Terbukti dari terjaganya sungai, tumbuhan, dan lingkungan disini. 


foto sama Aiya dikereta menuju Rangkasbitung 

welcome to Ciboleger 

Briefing dulu  

she's our leader, Ka Riri

Jejak Petualang Community 

WELCOME TO BADUY 









       Tidak ada ranting pohon yang ditebang sembarangan. Kayu yang dipakai untuk mereka masak diambil kumpulakan dari ranting ranting mati yang sudah jatuh dengan sendirinya dari pohon. Kulit mereka bersih walau tak ada sabun mandi, ataupun handbody lotion apalagi sampo, atau detergen. Air sungainya jernih bisa langsung diminum. Udarannya sejuk, tidak ada asap dari knalpot kendaraan atau karbon dioksida yang dihasilkan dari AC. Orang-orangnya gak ada yang buncit. Mereka semua berberat badan ideal. Mereka tidak kenal pizza, ramen, atau waffle. Mereka warga suku Baduy Dalam.















       Bisa mengunjungi salah satu etnik budaya Indonesia seperti Baduy merupakan kebanggan tersendiri buat saya. Rasa kagum saya terutama pada kerukunan mereka terhadap alam yang sangat patut dicontoh setiap manusia. Mereka terisolir, tetapi mereka mandiri dan makmur. Kalau dibandingkan dengan kita yang sudah maju rasanya malu. Baduy, kamu seperti negara didalam negara. :)  

Wednesday, March 25, 2015

Tertelan Bumi di Goa Gudawang

       Perkenalan saya dengan Adam relatif singkat. Entah kenapa saya langsung mengiyakan ajakannya untuk mengunjungi sebuah goa di daerah kabupaten Bogor pada saat itu. Awalnya kami berencana mengunjungi sebuah kampung budaya di daerah yang sama, namun saat itu Tuhan punya rencana lain, kampung adat yang ingin kita kunjungi ternyata harus dikunjungi minimal 20 orang. Alhasil kita mengganti rencana kita menjadi ke goa Gudawang yang letaknnya berada dipedalaman Bogor. :') 

      Sabtu, 7 Febuari 2015 sekitar pukul 07.00 WIB kereta meninggalkan stasiun Bekasi menuju Bogor. Saat itu hujan rata membasahai dari awal keberangkatan kita hingga di Bogor. Sesampainya di Bogor kita melanjutkan perjalanan menggunakan angkot (angkutan umum) beberapa kali. Malahan kita sempat mondar-mandir Stasiun Bogor - Teminal Baranang Siang - Stasiun Bogor gara-gara salah naik angkot. hahaha... untungnya Adam termasuk orang yang gak gampang ngeluh. cieeeee.... 

    Setelah gonta-ganti angkot berkali-kali akhirnya kita mendapatkan angkot yang menuju Cigudeg (pasar dekat goa Gudawang). Seingat saya, angkot ini telah memakan waktu kita selama hampir tiga jam. IYA TIGA JAM !!! bisa dibayangin kan gimana rasanya di angkot tiga jam?!. Dan itu pun harus dilanjut naik angkot lagi dengan track off road dan gaya nyetir supirnya yang ugal-ugalan. ASELI !!! kalo gak sabar-sabar rasanya pengen pulang lagi :( 

    Akhirnya setelah berjam-jam di angkot sampailah kita di goa Gudawang sekitar adzan Dzuhur. Untungnya cuaca saat itu cerah bersahabat. Sebelum tracking kita memutuskan untuk menjamak sholat dzuhur-ashar dan makan siang. FYI dikawasan goa Gudawang gak ada yang jual makanan. Hanya ada warung yang menjual minuman dan makanan ringan saja. Bisa dibilang kurang terawat. Untuk itu disarankan buat teman-teman untuk membawa bekal yang cukup sebelum kesini ya :) 



HERE WE GO !!! 

Mulai Tracking
Lumayan, sekitar 15 menit menuju goa pertama

Cieeee Adam masuk goa, biasanya masuk mall :P

Cheeeerrrsssss ^^V

Stalagtit & Stalakmit
(bener gak sih tulisannya? :P)





OUR GUIDE
Mang ...... aduh lupa namanya :(






















       Saya gak bisa menjelaskan secara detail mengenai goa Gudawang. Yang saya ingat dan saya dengar dari mang pemandu, didaerah ini terdapat lima goa, tetapi hanya tiga yang bisa dikunjungi. Dan salah satu goa yang terpanjang sekitar 800m. Sayangnya saat itu yang bisa dijangkau hanya sejauh 600m saja. Karena 200m terakhirnya terendam air setinggi dada hingga dagu orang dewasa. wwwoooowwwww.... 

       Gak terasa hari menunjukan pukul setengah empat sore. Mengingat perjalanan kita yang "gak deket", angkot yang terbatas dan harus melewati kebun kelapa sawit yang gak ada lampu penerangan sama sekali kita harus menyegerakan kegiatan bersih-bersih secepat mungkin. Ngeriiiiii... takut nanti di begal hahhahhaa.... 


Terimakasih goa Gudawang untuk stalaktit-stalakmit yang keren banget dan bau eek kelelwar yang menyengatnya. Terimakasih juga Bogor, ternyata kamu luas ya sampai gak terasa naik angkot tiga jam. Terimakasi mamang yang udah memandu dan bawain daypack aku selama di goa.
Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya :) 





.....



TIPS:
1. Siapin obat anti mabok 
2. Bekal makanan
3. Baju ganti 
4. Uang yang banyak 










@nindygajah & @Adamadi23